Sikap 1
Saya akan memimpikan yang besar,
...karena saya tak menarik bagi siapa pun,
jika impian saya dikecilkan oleh kekhawatiran
yang juga menghantui orang lain.
Jika saya hanya menginginkan yang kecil,
saya tak mungkin bersemangat untuk terlibat
dalam pekerjaan yang menjadi jalan
menuju hasil yang besar.
Saya sedang memantaskan diri
bagi impian yang besar.
I am a hero in the making.
Sikap 2
Untuk mencapai kebesaran hidupku,
...aku akan menjadi pribadi yang meskipun.
Meskipun aku tak tahu,
aku akan memulai dan melakukannya.
Karena,
dalam melakukan itulah aku akan dibuat tahu.
Meskipun aku takut,
aku akan tetap maju menghadapinya.
Karena,
semua orang yang berani adalah orang yang
juga ketakutan, tapi tegas memberanikan diri.
Meskipun apa pun, aku bersama Tuhan.
Sikap 3
Aku akan berhenti berfokus pada kekuranganku,
... karena itu akan membuatku merasa iri dan tersiksa
dengan kelebihan orang lain.
Jika aku berfokus pada kelemahanku,
aku akan menyesali yang tak bisa kumiliki.
Jika aku mensyukuri yang dapat kulakukan dan
berfokus menjadikannya keuntungan bagi orang lain,
aku akan menjadi kuat dan gembira.
Aku akan berfokus pada yang menguatkanku.
Sikap 4
Kemiskinan bukanlah penyakit dan
... bukanlah keadaan yang permanen.
Orang miskin yang berhati orang kaya,
akan banyak mengeluh.
Tapi,
siapa pun dengan hati orang miskin,
akan berlaku rendah hati, penuh syukur,
dan ikhlas melakukan yang sekarang
bisa dilakukannya.
Kemiskinan adalah titik awal
yang paling mengikhlaskan.
Tuhan, indahkanlah upayaku
untuk menjadi jiwa yang ikhlas.
Sikap 5
Aku akan MENGURANGI berkata;
...
lebih baik miskin harta daripada miskin hati,
karena orang lain bisa merasa,
aku sedang menghibur diriku
yang sedang belajar menerima kelemahan hidup.
Lebih baik aku bekerja,
membuktikan bahwa yang kaya hati
juga bisa menjadi kaya harta.
Lebih baik aku berlatih merajinkan diri,
karena
Tuhan menyejahterakan
jiwa rendah hati yang gemar bekerja.
Mario Teguh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar